Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

Surat Untuk Kakak Sarrah

 ... Kakak sudah menungguku dari pukul 4. Tapi aku terlambt datang sampai jam 5.30 lebih, hampir magrib. Saat aku tiba, kakak sedang memeluk al-Qur’an di balik jendela kobong, dan langsung berteriak, “Teh Muthi”, langsung lari, memeluku lama, langsung berurai air mata. Aku pun tak mampu membedung air mataku. T.T Tangismu sesegukan. Aku gak tau apa yang harus aku lakukan. Kita terkenang pada masa-masa kebersamaan kita dulu. Tinggal bersama, berjam-jam ngobrol, sampai malam, sambil aku cuci piring, beres-beres dll. Kita begitu enjoy bercerita. Ya, ini adalah kesan persahabatan terbaik yang pernah aku alami (dan sepertinya untuk kakak juga). Kakak mengajarkanku banyak hal, hal-hal luar biasa. Dan sekarang aku ngga tau, bener-bener ngga tau, harus gimana untuk bisa seperti dulu lagi! Aku menyesal meriset aplikasi perekam suara di HP, karena HP kentang  udah gak kapabel untuk aplikasi-aplikasi kekinian, memori selalu penuh. Ada rekaman obrolan bebas tapi berkualitas kita dulu denga...