Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

Jomblo Teoritis | The Series

Sebuah judul yang tercetus sejak awal tahun 2021 kurang lebih. Dari obrolan online bareng @anisafitri1453. Banyak hal sih yang kita obrolin, termasuk ngobrol tentang kejombloan, pernikahan, rumahtangga, dll. Secara pribadi awalnya ngga nyangka ada anak muda (ya seusia dia) yang punya pandangan seperti itu terhadap pernikahan, padahal doi masih muda, kalo dibandingin sama anak muda lain, maksudnya kalo aku inget saat usia segitu, atau aku melihat sekitar aku, rasanya belum pernah nemu. Ngga bermaksud memukul rata, tapi memang rata-rata usia-usia segitu tuh masih suka ngga realistis memandang pernikahan.  Yoy, dari sekian banyak yang dibahas tentang hal ini, ujung-ujungnya ya CUMA TEORI. Kenapa? karena kita juga sama-sama belum mempraktikannya. Kita bisa berteori sangat dalam, memberikan penilaian terhadap sebauh hubungan, yups finally Cuma teori yang kita bicarakan. Wkwkwk... Tapi gak ada salahnya dong kalo teori-teori itu kita rekam? Ya mungkin dari sekedar terkesan OMDO itu ada fa...

Bersyukur Jadi Manusia Jelek

Bersyukur jadi manusia jelek, mental ilnes, gak PD an, bodoh. Ya aku sangat bersyukur atas itu. satu hal yang sejauh ini baru benar-benar aku pahami. Padahal sebelumnya kalimat “bersyukur jadi manusia jelek” udah aku dengar sejak SMP, tapi aku belum mengerti sepenuhnya, apa maksud dari kata-kata itu. Kalimat yang rasional, empiris atau sekedar emosional! Karena pada kenyataannya penampilan tak pernah berarti apapun terhadap kualitas diri. Pikirku. Dengan rupa yang tidak begitu ‘cantik’, bodoh, mental ilnes banyak hal memang yang akhirnya membuatku gak PD, tapi hal positifnya aku terhindar dari hal-hal buruk, yang bisa menjerumuskanku pada pergaulan remaja yaaaanggg mengingatnya saja membuat dada bergemuruh, sedih, miris, benci. Perzinahan sudah menjadi hal yang harus dimaklumi, dirangkul dan sayang sekali bukan untuk dihujat, diasingkan biar malu, biar gada yang niru. Mimpi. Setiap sudut, kiri, kanan, depan, belakang... welcome untuk kemaksiyatan yang satu itu.  Mereka bermula dari...

My Reaction: Drakor Go Back Couple

Akupun tak menyangka meyelesaikan 12 episode dari drama ini. Ya, sudah terjadi dan setidaknya aku bisa mengambil beberapa ibrah (pelajaran) penting setelahnya. Jadi awalnya aku lihat cuplikan dramanya di salah satu SW teman. Digambarkan seorang ibu yang ‘maaf’ sedang BAB tiba-tiba anaknya (balita usia kurleb 1,5 tahun) menghampirinya, dibalik pintu toilet merengek memanggil-manggil ibunya. Beberapa saat kemudian, balita itu sudah ada dipangkuan ibunya, di toilet, sambil BAB, memangku anaknya. Sang suami yang ada keperluan ke toilet jadi melihat pemandangan tersebut, terkejut dan heran, dengan nada agak membentak “kenapa pintunya tidak ditutup! Kenapa (menyebutkan nama anaknya) kamu bawa kesitu?" Kemudian si suami pergi. Adegan beralih saat si ibu  ada di meja makan sendirian, akan menyupkan nasi, terdengar anaknya menangis, akhirnya si ibu, mengurungkan suapannya dan makan sambil menggendong anaknya. Hubungan yang ngga ada romantis-romantisnya sih. Yaaahhh seperti realita yang ser...

Tidak Mudah Melahirkan Penulis Opini Ideologis

T.T Karena tidak semua orang suka menulis, tidak semua orang bisa menulis, tidak semua orang MAU menulis dan menulis opini Islam Ideologis adalah hal yang tidak mudah sebab harus dipupuk dengan pembinaan tsaqafah Islam yang tidak sebentar bahkan harus terus menerus. Harus terus menerus memperhatikan umat, mengamati setiap peristiwa dan fenomena yang terjadi dan koneksinya dengan pemahaman Islam yang dimilikinya. Proses-proses yang tidak instan.  Kurang lebih begitulah teh Kanti Rahmilah menjelaskan di event ke-12 Narasipost.com T.T Setiap kali aku mencoba mengingat dan mengukang pernyataan itu dalam benak, ada yang menyeruak di pelupuk mata ini. Aku yang tidak pernah tahu bagaimana menghargai diri sendiri. Tidak tahu apa kemampuan yang bisa aku banggakan, bukan untuk bangga sih sekedar untuk punya percaya diri ada yang aku bisa... aku tak tau. Mungkin akupun sampai saat ini belum bisa tapi aku selalu punya minat yang besar untuk itu. Aku selalu punya cita-cita dan harapan b...